Beranda

Selamat datang di situs IWF

Tentang

PELOPOR GERAKAN KONSERVASI ALAM
DI INDONESIA

Perhatian dan pemahaman tentang konservasi alam telah berkembang sejak lama. Hal ini dapat dilihat dari kearifan tradisional dari masyarakat yang sudah mengarah ke konservasi alam, antara lain : Sasi (di Indonesia bagian Timur), Awig-awig (di Bali-Lombok), Leuweung Larangan (di Jawa Barat). Disamping itu, sejak pemerintah kolonial Belanda sudah ada peraturan perundangan-undangan (ordonansi) yang terkait dengan konservasi, seperti Ordonansi Perlindungan Binatang-binatang Liar, Ordonansi Perlindungan Alam.
Pada sekitar tahun 1965 – 1967, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Dr. Soedjarwo memiliki gagasan dan pemikiran yang sangat mulia untuk mendirikan suatu yayasan yang terkait dengan konservasi alam.

Beliau berdua sangat peduli terhadap Suaka Alam dan Margasatwa, kendati pengertian dan ilmu ekologi saat itu belum menjadi perhatian masyarakat seperti sekarang.  Institusi dan kelembagaan Pemerintah pun belum membentuk struktur organisasi birokrasi konservasi seperti sekarang, seperti keberadaan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, Departemen Kehutanan, Departemen Kelautan dan Perikanan di Pusat dan di daerah.

Pada tanggal 23 Juli 1968, beliau berdua mendirikan Yayasan DANA BANTUAN UNTUK PEMBINAAN MARGASATWA INDONESIA (Indonesian Foundation for Wildlife Fund And Development, IWF). Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa IWF merupakan pelopor gerakan konservasi alam di Indonesia

Susunan pengurus terdiri dari :
Ketua : Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Sekretaris : Pemrakarsa Dr. Soedjarwo
Anggota : dr. Sarwono Prawirohardjo

Pada awal berdirinya, Pengurus Yayasan belum memiliki komitmen yang jelas berupa rencana atau program kerja, sehingga bantuan yang disalurkan ada yang kurang tepat sasaran. Sejak 1983 kepengurusan dipegang oleh Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (Dirjen PHPA) Departemen Kehutanan sebagai Ketua Harian :

Prof. Dr. Ir. Rubini Atmawidjaja, MSc menjabat sebagai Ketua Harian pada tahun 1983-1990, dilanjutkan oleh Ir. Sutisna Wartaputra pada tahun 1990 – 1996. Rangkap jabatan ini membuat sulitnya membedakan pelaksanaan antara kegiatan Yayasan atau kegiatan  Pemerintah. Pada tahun 1996, Prof. Dr. Ir. Rubini Atmawidjaja, MSc ditunjuk kembali sebagai Ketua Harian, sejak saat itu Dirjen PHPA tidak lagi merangkap menjadi Ketua Harian IWF.

Berita

Penelitian dan Pengembangan

Budidaya Tanaman Sayuran Sistem Hidroponik Pada bulan April 2017 Yayasan Pelestarian Alam dan Kehidupan Liar Indonesia/IWF telah melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan yaitu budidaya tanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik. Adapun alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan budidaya tanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik ini antara lain : Wadah menggunakan pipa PVC diameter 4 inci yang …

Pemberdayaan Masyarakat

Pada bulan November 2017 Yayasan Pelestarian Alam dan Kehidupan Liar Indonesia/IWF telah melakukan kegiatan program pemberdayaan masyarakat berupa kegiatan budidaya tanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini IWF bermitra atau bekerjasama dengan perorangan. Adapun bentuk dari program kegiatan ini meliputi pembuatan satu set hidroponik dan pemberian bimbingan teknis mengenai cara-cara budidaya tanaman …

PKA 2017

Pendidikan dan Latihan Konservasi Alama : Pada tanggal 31 Januari -1 Februari 2017, IWF menyelenggarakan Pelatihan Konservasi Alam (PKA) Angkatan 35 bagi Guru SD di Cibinong, Kabupaten Bogor. PKA terlaksana atas kerjasama IWF dan Yayasan Sarana Wana Jaya. PKA dilaksanakan di Aula dan ruang terbuka hijau Ecopark Kompleks LIPI Cibinong. Peserta yang mendaftar berjumlah 31 …

PKA

Kegiatan Unggulan IWF diantaranya adalah Pendidikan dan Pelatihan Konservasi Alam (PKA) Bagi Guru SD/SMP di Seluruh kawasan Indonesia

Kontak

Jl. Haji Batong Raya No.03 Rt.03 Rw.06, Cilandak, Jakarta Selatan
Telpon : (021) 7695-658
FAX : (021) 7590-9559
e-mail admin : admin@iwf.or.id
e-mail bantuan : support@iwf.or.id