Penelitian dan Pengembangan

Budidaya Tanaman Sayuran Sistem Hidroponik

Pada bulan April 2017 Yayasan Pelestarian Alam dan Kehidupan Liar Indonesia/IWF telah melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan yaitu budidaya tanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik. Adapun alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan budidaya tanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik ini antara lain : Wadah menggunakan pipa PVC diameter 4 inci yang dipasang bertingkat, net pot ukuran 4 cm, roockwool, kain planel, pupuk/nutriri AB mix, penggaris, serta bibit sayuran berupa kangkung dan pakcoy. Sistem hidroponik yang digunakan pada kegiatan budidaya tanaman sayuran di IWF mengguanakan NFT (Nutrient Film Technique). Sistem ini merupakan cara yang paling popular dan banyak dipakai. Konsepnya teknik ini sangat sederhana yaitu dengan menempatkan tanaman dalam sebuah wadah atau tabung dimana akarnya dibiarkan menggantung dalam larutan nutrisi. Sistem ini dapat terus menerus mengalirkan nutrisi yang terlarutdalam air sehingga tidak memerlukan timer untuk pompanya. Selain itu, pelaksanaan kegiatan budidaya tanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik ini pun masih berlanjut sampai sekarang.

Pemberdayaan Masyarakat

Pada bulan November 2017 Yayasan Pelestarian Alam dan Kehidupan Liar Indonesia/IWF telah melakukan kegiatan program pemberdayaan masyarakat berupa kegiatan budidaya tanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini IWF bermitra atau bekerjasama dengan perorangan. Adapun bentuk dari program kegiatan ini meliputi pembuatan satu set hidroponik dan pemberian bimbingan teknis mengenai cara-cara budidaya tanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik. IWF berharap dengan pilot project program kegiatan ini bisa terus dikembangkan sehingga penyebaran informasi kepada masyarakat luas mengenai teknik budiaya tanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik bisa lebih disebarluaskan.

PKA 2017

Pendidikan dan Latihan Konservasi Alama :

Pada tanggal 31 Januari -1 Februari 2017, IWF menyelenggarakan Pelatihan Konservasi Alam (PKA) Angkatan 35 bagi Guru SD di Cibinong, Kabupaten Bogor. PKA terlaksana atas kerjasama IWF dan Yayasan Sarana Wana Jaya. PKA dilaksanakan di Aula dan ruang terbuka hijau Ecopark Kompleks LIPI Cibinong. Peserta yang mendaftar berjumlah 31 guru, sedangkan peserta yang lulus diklat berjumlah 27 guru. Guru yang sudah mendaftar tetapi tidak hadir pada acara pelatihan dianggap gugur.

Pada tanggal 18 April 2017, IWF menyelenggarakan Pendidikan Konservasi Alam (PKA) Angkatan 36 bagi Guru dan Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. PKA terlaksana atas kerjasama IWF dan Yayasan Permata Sari. PKA dilaksanakan di Sekolah Toddler/KB/TK Cikal Harapan I beralamat di Jalan Percetakan Negara XI/18 Jakarta Pusat. Peserta berjumlah 42 siswa TK, yakni 19 siswa kelas A dan 23 siswa kelas B. Sedangkan guru yang ikut dalam pelatihan ini berjumlah 7 orang.